Pembahasan Soal UH 2 FIN

on Rabu, 10 Desember 2008

ULANGAN HARIAN SOSIOLOGI X

TAHUN AJARAN 2008 / 2009

[Kode Soal: FN01]

XA-XB

 

01.   Tindakan yang dilakukan dengan mempertimbangkan perilaku orang lain, berorientasi pada perilaku orang lain, bertujuan, bermakna bagi orang lain, disebut Tindakan Sosial.

 

02.   Menurut Max Weber, tindakan yang hanya dapat dipahami oleh orang yang melakukan tindakan itu disebut Tindakan Subjektif (Kali…!).

 

03.   Tindakan yang dapat dipahami oleh seseorang dan orang lain disebut Tindakan Objektif (Mungkin).

 

04.   Kebutuhan hidup manusia secara umum terbagi ke dalam 3 bagian. Kebutuhan dimana dapat dipenuhi setelah kebutuhan pokok tercukupi disebut kebutuhan Sekunder.

 

05.   Tindakan yang dilakukan seseorang atau individu dengan memperhitungkan kesesuaian antara cara yang digunakan dengan tujuan yang akan dicapai disebut Instrumental.

 

06.   Tindakan individu dengan memperhitungkan manfaat, cara, tujuan, tindakan tidak diprioritaskan namun tindakan yang dilakukan berkaitan dengan nilai-nilai dasar disebut Tindakan Berorientasi Nilai.

 

07.   Suatu tipe tindakan sosial irasional dimana individu melakukan tindakan hanya berdasarkan kebiasaan refleksi tanpa sadar, tanpa perencanaan tentang tujuan dan cara disebut Tradisional.

 

08.   Tindakan individu dimana sebagian besar tindakannya dikuasai oleh luapan emosi atau perasaan tanpa pertimbangan rasional sifatnya spontan disebut Afektif.

 

09.   Hubungan timbale balik antar individu dengan individu, individu dengan kelompok, dan kelompok dengan kelompok disebut Interaksi Sosial.

 

10.   Salah satu ciri interaksi sosial menurut Charles P. Loomis:

         -        Jumlah pelaku 2 orang atau lebih

         -        Ada komunikasi antar pelaku dengan lambing atau symbol.

         -        Ada dimensi waktu yang meliputi masa lalu, masa kini, dan masa datang.

         -        Ada tujuan yang hendak dicapai sebagai hasil dari interaksi.

 

11.   Menurut Prof. Dr. Soerjono Soekanto, Interaksi Sosial tidak mungkin terjadi tanpa adanya kontak sosial dan komunikasi.

 

12.   Aksi individu atau kelompok dalam bentuk isyarat yang memiliki makna bagi si pelaku dan si penerima, sehingga si penerima membalas aksi itu dengan reaksi, disebut Kontak Sosial.

 

13.   Ibu Ana sedang berbicara dengan Ibu Fina tentang sudut pandang agama dalam menyingkapi globalisasi. Contoh tersebut merupakan bentuk . . . . . . . . . . (Menurut gue jawabannya KONTAK SOSIAL PRIMER, tapi sama si Fina disalahin. Jadi cari sendiri ya jawabannya! Terus, kalo ada yang ketemu jangan lupa pos balik di blog).

 

14.   Tindakan seseorang menyampaikan sinyal/pesan terhadap orang lain dan orang lain itu memberikan tafsiran atau sinyal atas pembicaraan, gerakan-gerakan fisik, perasaan dan sikap, merupakan definisi dari Komunikasi.

 

 

15.   Salah satu dari lima unsur pokok komunikasi:

                -               Pesan

                -               Komunikator

                -               Komunikan

                -               Media

                -               Efek

 

16.          Ada 3 tahap penting dalam proses komunikasi. Tahap dimana gagasan akan dikomunikasikan, diwujudkan dalam kalimat atau gambar, dipilih istilah, kalimat, gambar yang mudah dipahami, tahap Encoding.

 

17.          Tahap dilakukan proses mencerna dan memahami kalimat serta gambar yang diterima menurut pengalaman yang dimiliki disebut tahap Decoding.

 

18.          Pendekatan yang digunakan dalam memahami dan mempelajari interaksi sosial adalah (Menurut gue jawabannya PERSPEKTIF INTERAKSIONAL, tapi sama si Fina disalahin. Jadi cari sendiri ya jawabannya! Terus, kalo ada yang ketemu jangan lupa pos balik di blog).

 

19.          Respon seseorang terhadap aksi yang dilakukan orang lain umumnya didahului oleh tahap pertimbangan didasarkan pada Definisi Situasi.

 

20.          Menurut H. Blumer, ada 3 pokok pemikiran interaksionisme simbolik, yaitu: Tindakan, Sesuatu, dan Maknanya.

 

21.          Salah satu faktor pendorong Interaksi Sosial: 1Imitasi, 2Sugesti, 3Identifikasi, 4Simpati, 5Empati.

 

22.          Kecenderungan atau keinginan seseorang untuk menjadi sama dengan pihak lain atau meniru secara keseluruhan disebut Identifikasi.

 

23.          Proses dimana seseorang merasa tertarik pada pihak lain, seseorang merasa dirinya seolah-olah berada dalam keadaan orang lain disebut Simpati.

 

24.          G. Simmel membedakan pola interaksi dengan kualitas interaksi berhubungan erat dengan jumlah orang yang terlibat didalamnya. Jika strukturnya secara keseluruhan tergantung pada individu-individu yang membentuknya terdapat dalam pola Interaksi 2-an.

 

25.          Gambar dan jelaskan secara singkat pola interaksi 3-an! (Gambar sendiri ya! Tinggal buka catetan!).

 

 

 

ULANGAN HARIAN SOSIOLOGI X

TAHUN AJARAN 2008 / 2009

[Kode Soal: FN02]

XC-XD

 

01.   Pola-pola yang mengatur hubungan timbale balik antarindividu dalam masyarakat, tingkah laku individu-individu, disebut: Sistem Sosial.

 

02.   Posisi secara umum dalam masyarakat dalam hubungannya dengan orang lain, posisi yang dalam hubungannya dengan orang lain, polisi yang menyangkut lingkungan pergaulan, prestise, hak-hak, dan kewajiban, merupakan definisi Status Sosial.

 

03.   Perilaku yang diharapkan oleh pihak lain dalam melaksanakan hak dan kewajiban sesuai dengan status yang dimilikinya merupakan pengertian Peranan Sosial.

 

04.   Salah satu faktor-faktor yang mempermudah terjadinya asimilasi adalah

         -        Sikap Toleransi.

         -        Kesempatan yang seimbang dalam ekonomi

         -        Sikap menghargai orang asing dan kebudayaannya

         -        Sikap terbuka dari golongan penguasa dalam masyarakat

         -        Persamaan dalam unsur kebudayaan

         -        Perkawinan campur (Amalgamasi)

         -        Adanya musuh bersama dari luar

 

05.   Ditandai dengan adanya ketidakpuasan dan ketidakpastian mengenai diri seseorang, rencana, dan perasaan tidak suka yang disembunyikan, kebencian terhadap pribadi seseorang, disebut Kontravensi (Contravension).

 

06.   Beberapa ahli membagi kerjasama dalam beberapa bentuk. Salah satu bentuknya adalah

      -  Kerja Sama Spontan

      -  Kerja Sama Langsung

      -  Kerja Sama Kontrak

      -  Kerja Sama Tradisional

 

07.          Suatu usaha bersama antarindividu atau antarkelompok manusia untuk mencapai tujuan bersama disebut Kerja Sama.

 

08.          Salah satu sumber informasi yang mendasari interaksi sosial

                -               Usia

                -               Warna Kulit

                -               Jenis Kelamin

                -               Fisik

                -               Bentuk Tubuh

                -               Pakaian

                -               Wacana

 

09.          Ibu Adet berbicara dengan Ibu Wati, interaksi Individu-Individu.

 

10.          Pak Heru menerangkan pelajaran fisika di kelas, interaksi Individu-Kelompok.

 

11.          Kelas XIA dan XIIA berjabat tangan seusai melakukan pertandingan sepakbola, interaksi Kelompok-Kelompok.

 

12.          Himpunan petunjuk hidup atau perintah atau larangan yg mengatur tata tertib dalam suatu masyarakat atau negara. Sanksi mengikat dan memaksa, dilaksanakan oleh sebuah lembaga yang memiliki kedaulatan Norma Hukum.

 

13.          Kaidah atau aturan yang terdapat di masyarakat seperti pantangan-pantangan, aturan-aturan dalam keluarga, adat istiadat Norma Nonformal.

 

14.          Norma yang paling lemah daya pengikatnya karena orang yang melanggar hanya mendapat sanksi dari masyarakat berupa cemoohan Cara (Usage).

 

 

15.   Dalam kehidupan bermasyarakat, norma selalu disertai oleh Sanksi.

16.   Merupakan aplikasi atau perwujudan dari nilai-nilai yang dianut oleh masyarakat disebut Kaidah/Norma.

 

17.   Sebagai alat solidaritas, alat pengontrol perilaku manusia dan kelompok, merupakan fungsi dari Nilai sosial.

 

18.   Dalam perilaku individu maupun masyarakat, nilai-nilai umumnya mengandung (Cari jawaban sendiri! Gue ga tau jawabannya!)

 

19.   Konsepsi abstrak dalam diri manusia mengenai apa yang dianggap baik dan apa yang dianggap buruk Nilai.

 

20.   Penilaian manusia terhadap suatu hal sangat dipengaruhi oleh: (Cari jawaban sendiri! Gue ga tau jawabannya!)

 

21.   Norma-norma yang berlaku di masyarakat diklasifikasikan dalam 5 jenis, yaitu: 1Agama, 2Kesusilaan, 3Kesopanan, 4Kebiasaan, 5Hukum.

 

22.   Himpunan petunjuk hidup atau larangan yang mengatur tata tertib dakan suatu masyarakat. Sanksi norma hukum bersifat mengikat dan memaksa.

 

23.   Salah satu ciri nilai sosial, yaitu terbentuk melalui Sosialisasi / Proses Belajar.

 

24.   Dapat menyumbangkan seperangkat alat untuk menetapkan “harga” sosial dari suatu kelompok melakukn salah satu fungsi nilai sosial

 

25.   Dalam segala tingkah laku perbuatan individu, nilai biasanya berfungsi sebagai landasan, alasan, motivasi.

 

 

ULANGAN HARIAN SOSIOLOGI X

TAHUN AJARAN 2008 / 2009

[Kode Soal: FN03]

XE-XF

 

01.   Merupakan salah satu ukuran dominan atau tidaknya suatu nilai:

         -        Banyaknya orang yang menganut nilai tersebut.

         -        Berapa lama nilai itu dianut atau digunakan

         -        Tinggi rendahnya usaha orang untuk memberlakukan nilai tersebut

         -        PRestise/kebangaan orang2 yang menggunakan nilai di masyarakat.

 

02.   Salah satu nilai kerohanian 1Nilai Kebenaran, 2Nilai Keindahan/Estetika, 3Nilai Kebaikan / Moral, 4Nilai Religius.

 

03.   Nilai yang telah menjadi kepribadian dan kebiasaan sehingga ketika seseorang melakukannya kadang tidak melalui proses pikir atau mempertimbangkannya lagi merupakan ciri dari Nilai yang mendarah daging.

 

04.   Segala sesuatu yang bagi manusia berguna untuk dapat mengadakan kegiatan dan aktivitas merupakan Nilai Vital.

 

05.   Perubahan yang diulang-ulang dalam bentuk yang sama menjadi pola masyarakat disebut Norma Kebiasaan.

 

06.          Contoh sanksi yang diberikan kepada orang yang melanggar adat yang dirasakan sangat berat adalah dikucilkan.

07.          Nilai kebenaran yang berguna bagi rohani manusia bersumber pada (Menurut gue jawabannya UNSUR AKAL MANUSIA, tapi sama si Fina disalahin. Jadi cari sendiri ya jawabannya! Terus, kalo ada yang ketemu jangan lupa pos balik di blog).

 

08.          Menentukan kategori pantas dalam berbusana antara tempat yang satu dengan tempat yang lainnya secara berbeda, bersifat relative, dan berpangkal dari aturan tingkah laku di masyarakat merupakan Norma Kesopanan.

 

09.          Dilarang mencuri, membunuh, memperkosa. Menunjukan adanya keterikatan antara norma yang satu dengan yang lain yaitu Norma Agama – Norma Hukum.

 

10.          Agar norma berfungsi dengan baik maka ada beberapa syarat diperlukan. Salah satunya;

                -               Norma harus diketahui oleh masyarakat.

                -               Norma harus dipahami dan dimengerti oleh masyarakat.

                -               Norma harus dihargai karena bermanfaat.

                -               Norma ditaati dan dilaksanakan.

 

11.          Ketertiban masyarakat bergantung pada jaringan pesan yang dimainkan oleh setiap orang dalam melakukan  kewajiban terhadap orang lain.

 

12.          Konflik batin yang dialami seseorang sebagai akibat adanya beberapa status yang dimilikinya saling bertentangan disebut Konflik Batin.

 

13.          Dalam pengalaman manusia terkadang nilai satu dengan lainnya saling berhubungan. Nilai immaterial yang menjadi landasan berpikir dari suatu tindakan akan menghasilkan Tindakan Material.

 

14.          Peraturan Lalu Lintas, contoh dari Norma Formal (Mungkin).

 

15.   Cara mengukur derajat hubungan seseorang dengan orang lain Sosiometri.

16.   Kondisi kehidupan suatu masyarakat yg aman dinamis dan teratur dimana setiap individu bertindak sesuai hak dan kewajibannya disebut Tertib Sosial.

 

17.   Cara untuk mencapai sebuah kompromi melalui pihak ketiga, sebab pihak-pihak yang bertikai tidak mampu menyelesaikan masalahnya sendiri dibesut Arbitrasi.

 

18.   Perpaduan dua kebudayaan yang berbeda yang membentuk suatu kebudayaan baru dengan tidak menghilangkan ciri kepribadian masig-masing Akuluturasi.

 

19.   Masing-masing pihak memisahkan diri dan saling menghindar dalam rangka mengurangi ketegangan disebut Segregasi.

 

20.   Segala sesuatu yang berguna bagi unsure fisik manusia merupakan nilai material.

 

21.   Pengunduran diri salah satu pihak yang terlibat dalam konflik karena mengalah Eliminasi.

 

22, 23, 24.        Gambar dan jelaskan interaksi pola 3-an menurut intepretasimu dan penjelasanmu sendiri! (Gambar sendiri                    ya! Tinggal buka catetan!).

 

25.   Komunikasi non verbal sering kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari. Beri contoh! Mengangkat bahu ketika mau mengucapkan “Nggak tahu!”

FYI SUPER AMAT SANGAT PENTING SEKALI SAUDARA!

on Minggu, 07 Desember 2008

DIBAWAH INI ADALAH CATATAN BU ADET YANG BARU!
KLO MENURUT LO GAK PENTING YA GAK USAH DIPELAJARI
PALING BSK DPT JELEK
CANDA2
SEKALI LAGI
JGN LUPA DIPELAJARI!
tolong harai usaha saya
gw dah cape nih ngetiknya
(padahal dikasih ocin)
hahahaha
sekian

_B[L]_

Van Lith

Romo Van Lith, SJ

Lahir di Belanda 17 Mei 1863. Ia adalah putera seorang juru sita pegadaian. Ia masuk Serikat Jesuit, ditahbiskan 8 September 1896 bersama dengan ketiga temannya, dan mendapatkan tugas menjadi misionaris di Hindia Belanda (tepatnya tanah Jawa). Saat itu pastur yang melayani umat Katolik di Hindia Belanda tidak sebanding dengan jumlah umat (mayoritas orang non pribumi). Ini membuat pelayanan tidak maksimal.
Awalnya, ia menganggapnya sebagai tugas pelayanan dan ketaatan kepada Tuhan saja karena keputusan ini bertolakbelakang dengan harapannya (mempertobatkan orang Kristen Protestan atau melakukan misi di tanah Jepang). Ia mulai berserah pada kebijaksanaan Tuhan dalam karyanya di dunia. Bersama dengan Romo Hoevenaars, SJ berkarya di tanah Jawa (Muntilan dan Mendut).
Romo Van Lith mempelajari budaya dan bahasa Jawa di Semarang seperti dengan banyak berinteraksi dalam perjalanannya dari desa ke desa, menikmati pertunjukan wayang, berbincang dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat di berbagai desa. Keyakinannya menjadi sahabat bagi orang Jawa dalam menjalankan misinya terbukti lebih mengena pada orang Jawa karena kasih Allah nyata terlihat dari pribadi Romo Van Lith.
Misi sempat ingin ditutup karena masalah ketidakjujuran katekis pribumi yang menyalahgunakan karya misi. Beberapa penyalahgunaan karya misi yang dilakukan katekis pribumi adalah melakukan penggelapan uang, tidak sungguh-sungguh mengajari keimanan pada Allah (dalam sebuah ibadat tobat orang-orang hanya meyebutkan Pater Noster atau Bapa Kami) bahkan pembaptisan dilakukan hanya agar Romo senang à bukan karena merasa terpanggil menjadi Kristiani. Katekis ini juga memalsukan kesaksiannya kepada Romo Vikjen sehingga menyusutkan Romo Van Lith. Padahal para misionaris-lah yang kurang memahami sasaran misi mereka. Beberapa waktu, akhirnya penyelidikan membuktikan Romo Van Lith tidakbersalah.
Romo Van Lith tidak pernah memiliki ambisi untuk membaptis orang sebanyak-banyaknya sebagai wujud panggilannya. Ia lebih mengartikan dirinya sebagai sarana Allah dalam karya ditengah orang Jawa. Romo Van Lith tampil sebagai sosok yang bertolakbelakang dengan Romo Hoevenaars dari sikap, pandangan karya misi, sampai dengan doa Bapa Kami. Ini membuat diawal karya misinya, Romo Van Lith tidak membaptis orang Jawa sebanyak Romo Hoevenaars, sehingga berhembus kabar bahwa misi di Muntilan akan ditutup. Karya Allah menjadi nyata dikala akhirnya sekitar 200 orang Jawa dari desa Kalibawang meminta untuk dibaptis Romo Van Lith di Semanggung (sekarang dikenal sebagai Sendangsono).
Interaksi yang terjalin antara dirinya dengan orang Jawa membuat Romo Van Lith semakin mencintai Hindia Belanda. Ini terbukti dari sikap yang selalu membela Hindia Belanda, seperti ketika di sebuah acara ia berkata kepada seorang Belanda bahwa anak-anak yang sedang latihan baris-baris akan menjadi orang yang mengusir orang Belanda dari Hindia Belanda dan saat di Volksraad (lembaga legislatif) Romo Van Lith mengkomunikasikan pemikirannya bahwa dengan menggunakan metode pengangkatan anggota yang mayoritas orang Belanda sebagai sesuatu yang dapat dikatakan sebagai kolonialisme baru di tanah Hindia Belanda. Ia juga mengatakan bahwa akan lebih memilih Hindia Belanda saat ada sengketa dengan Belanda dan ia diharuskan memilih. Sikap tersebut membuatnya semakin dekat dengan tokoh Hindia Belanda dan dijauhi teman-temannya Belanda. Romo Van Lith juga memiliki pemikiran bahwa misi harus melibatkan kaum muda.
Ia memiliki keyakinan bahwa dirinya harus melahirkan pemimpin yang berwatak dan bermental teguh dan berpenghayatan iman Kristiani (agar dapat melanjutkan misi di Hindia Belanda, khususnya tanah Jawa). Sekolah dijadikan sebuah sarana untuk mengembangkan kemampuan para pemuda (demikian juga sekolah bagi para pemudi yang dipimpin oleh Suster). Ini dilakukan agar kelak mereka menjadi ‘bakal’ keluarga Katolik yang teguh. Sekolah guru berasrama dipilih agar setelah lulus para murid dapat langsung berkarya bagi masyarakat sekitar. Romo Van Lith mengharuskan para siswanya untuk tinggal di asrama agar dapat memantau perkembangan setiap muridnya setiap saat.
Romo Van Lith sempat diulangkan ke tanah kelahirannya untuk menjalani perawatan, namun kembali dan menetap sampai menutup mata selama 9 Januari 1926. Romo Van Lith dikebumikan di Kerkop Muntilan. Sekolah guru yang didirikannya kemudian diserahkan kepada Bruderan FIC.

CINTA

C I N T A
SASARAN
à orang (ortu, saudara, sahabat, guru,dll)
à sesuatu (alam, binatang, paham demokrasi, dll)

MUNCUL
à kelembutan, kesetiaan, respek, melindungi, agresif, dll
à bisa dialami semua/sebagian

SANGAT PRIBADI
à positif karena muncul tanpa alasan, tidak dibuat2 (spontan)
à negatif karena tergantung pada keinginan/selera/apa yang menyenangkan kita
Contoh : orangtua yang memingit anaknya karena takut anaknya mengalami kecelakaan.

RASIONAL/OBJEKTIF
à artinya melihat, memperhatikan, dan mencerminkan tujuan cinta.
à tidak berarti melupakan perasaan/emosi
à perasaan/emosi pendek dan beku jadi butuh aspek lain seperti Tuhan dan rasionalisasi
Agar dapat memperkaya kehidupan dan sumber langgengnya sebuah hubungan.

TUJUAN
à daya penyatu yang menghidupkan
Terbukti dari berbagai ilmu, seperti evolusi (mulai dari makhluk bersel satu, induk kucing yang menyusui anaknya agar dapat tumbuh, manusia purba sampai manusia modern yang semakin kompleks dalam mencinta) bahkan dari segi keimanan kepada Tuhan.
à hidup manusia berbeda dari makhluk lainnya, contoh kuda.
Manusia tidak hanya mengembangkan segi fisik, namun juga rohani (malahan pengembangan rohani lebih diutamakan) à memiliki kepribadian yang berkembang maksimal (memberikan yang terbaik, unik, kreatif, bebas, aman, dsb).
CINTA memungkinkan, menegaskan, memberikan kepenuhan hidup bagi seseorang. Jadi kalau orang yang kita cintai malahan menjadi lemah, tergantung, pasif berarti sebenarnya kita tidak membahahagiakannya (kebahagiaan yang dirasakan semu/sementara). Kita tidak hidup bersamanya hanya dalam satu dua tahun saja.
à berarti kita anti kematian “Rohani” (tidak hidup secara penuh, merugikan orang lain).
Seringkali disebut sebagai patologis kelainan jiwa (secara psikologis). Banyak orang yang mengalaminya karena tidak ada cinta di masa kecilnya. Cinta juga dapat menjadi salah satu penyembuh seseorang (dari perhatian yang dicurahkan orang yang merawatnya dirasakan orang tersebut).
Disebut juga gejala yang melumpuhkan jiwa. Beberapa contoh sikap yang melumpuhkan jiwa ini telah membudaya di dunia :
1. gengsi dunk (harus memakai baju yang mengikuti trend yang sedang booming)
2. komersialisasi (kita dianggap uang berjalan oleh pedagang ketika berbelanja)
3. teman ditinggalkan kalau sudah kita rasa tidak berguna
4. istri yang menganggap suami hanya sebagai pencari nafkah
5. demi kelancaran bisnis kita mengorbankan persahabatan
6. egosentris (contoh Mr. Bean yang tidak mau antri di RS saat tangannya masuk di teko. Dia menghalalkan segala cara agar mendapatkan antrian awal)
7. kekerasan baik yang kentara (premanisme) maupun tidak kentara (membuang2 uang padahal tetangga sebelahnya untuk makan saja sukar)

LANGKAH
1. Aku berminat terhadapmu
Minat adalah langkah awal dari setiap interaksi. Minat juga menunjukkan seberapa besar kita bergairah pada kehidupan. Orang yang membatasi minat berarti membatasi hidupnya.
Saat kita berminat pada sesuatu (seseorang) maka kita mulai memperhatikan secara aktif, mendengarkan, ada keterbukaan (untuk diriku ataupun dirinya), ada keinginan untuk mengenalnya lebih mendalam.
2. Aku bertanggungjawab terhadapmu
Sasarannya lebih terbatas.
Mulai ada keterlibatan (tidak lagi aku kamu, tapi kita).
Kalau ada yang salah berani menegur.
3. Aku menghargaimu
Terkadang untuk membahagiakan orang lain kita memaksakan yang baik ‘menurut kita’. Padahal mereka memiliki pandangan lain. Tahap ini mengingatkan kita bahwa setiap orang unik.
4. Aku menghayatimu
Aku menerima dan memahaminya apa adanya.

PENCERMINAN
Segala cinta yang kita terima/berikan harus dicerminkan/dilakukan dalam keseharian kita secara seimbang. Terlalu cinta pada diri sendiri terkadang menghambat pergaulan kita dengan orang lain, banyak dari kita tidak memiliki relasi yang baik dengan tetangga (tidak pernah bicara atau bahkan tidak tahu nama tetangga), dll.

layout baru..

on Kamis, 04 Desember 2008

maaf nih, drpd di ocehin melulu dgn kekotoran blog kita
gw melakukan penggantian layout aj deh. drpada ga bs dibaca. maap jelek, yg pntg kebaca dulu drpd ga bermanfaat. YANG BILANG NI BLOG GA AD HIASAN AYO HIAS!! JANGAN NGOMONG DOANG!! AYO PAKAR IT!